Apa Saja Nama Lain Yang Terkenal Untuk Air Zamzam?

Kategori : Khazanah Islam, Ditulis pada : 29 Mei 2026, 22:48:58

OLAYAN-NEWS, 29 MEI 2026/12 DZULHIJJAH 1447

Air Zamzam dikenal dengan beberapa nama, diantaranya: Zammah (kumpul dan tidak berhenti), Zamzam (sumur suci dekat Ka’bah), dan Zumazim (sumur Zamzam yang mulia di Masjidil Haram). Nama-nama lain juga berkaitan dengan kisah kemunculannya, seperti “Hazmat Jibril” (hentakan Jibril), “Rukdhat Jibril” (pijakan Jibril), dan “Hazmat al-Malak” jejak hentakan malaikat).

Dalam bahasa Arab, kata hazmah merujuk pada bagian tanah yang cekung atau jejak pijakan kaki di tanah, sebagaimana disebutkan dalam Mu'jam al-Buldan karya Yaqut al-Hamawi.

Nama-nama Zamzam dalam berbagai sumber Islam dan kebahasaan sangat beragam karena berkaitan erat dengan kisah kemunculannya di dekat Baitullah. Air Zamzam juga memiliki makna mendalam dalam tradisi Islam sebagai simbol pelepas dahaga, keberkahan, dan kesembuhan. Karena itu, nama-namanya bukan sekadar sebutan, melainkan mengandung makna yang terkait dengan tempat, sejarah, dan kedudukannya yang istimewa.

Zamzam juga memiliki sejumlah nama lain, diantaranya “Saqyallah li Ismail” (air minum dari Allah untuk Ismail), “Asy-Syuba‘ah” (yang mengenyangkan), “Madhnunah” (yang dijaga), “Barrah” (penuh kebaikan), “Taktum”(menyembunyikan atau menjaga), “Tha‘am Thu‘m” (makanan yang mengenyangkan), “Syifa’ Suqm” (penyembuh penyakit), “Tha’amul Abrar” (Makanan orang-orang saleh), “Syarabul Abrar” (Minuman orang-orang saleh), serta “Thayyibah” (penuh keberkahan).

Nama-nama tersebut menggambarkan kuatnya posisi sumur Zamzam dalam ingatan dan tradisi Islam, sekaligus menunjukkan makna spiritual dan sejarah yang melekat pada airnya.

Nama Zamzam dikaitkan dengan kisah ibu Nabi Ismail ketika mengelilingi air yang memancar sambil berkata, “Zummi, zummi” (berkumpullah, berkumpullah). Dari riwayat Abdullah ibn Abbas disebutkan bahwa air itu memancar dari bawah Nabi Ismail setelah Malaikat Jibril menghentakkan sayapnya ke tanah.

Dalam hadis, Muhammad bersabda bahwa ibu Ismail menahan aliran air itu dengan tanah agar tidak meluap sebelum ia mengambil tempat airnya. Beliau juga bersabda:

“Seandainya ibu Ismail membiarkannya, niscaya Zamzam akan menjadi mata air yang mengalir.”

Ilyas Sofwan

https://www.spa.gov.sa/N2602696

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id